Sesuai Proporsi
Saat aku membaca sebuah ramalan zodiak atau biasa disebut dengan astrologi. Sebuah artikel surat kabar di Semarang menyebutkan bahwa orang tidak boleh sombong. Ramalan dan nasehat pada surat kabar tersebut berlaku dari tanggal sekian sampai sekian. Apabila melakukan kesombongan maka akan berakibat negatif bagi yang punya zodiak tersebut. Lalu apa pentingnya?
Isi zodiak tentang kesombongan dan akibat apabila melakukan serta apabila menjauhinya. Saya sepakat dengan apabila melakukan sesuatu dalam hal ini kesombongan akan mempunyai pengaruh yang negatif dan ini berlaku tidak hanya dalam rentang waktu tertentu.
Kenapa aku membahas tentang kesombongan, hal ini saya tujukan pada diri saya sendiri. Ketika saya bekerja dan melakukan pekerjaan atau tugas saya, sedangkan teman satu tugas atau satu team saya malas melakukannya, timbul rasa malas untuk melakukan tugas tersebut. Setelah saya pikir, berarti saya melakukan suatu tindakan sombong. Saya digaji untuk melakukan sebuah tugas atau amanah, ada atau tidak ada teman dalam menyelesaikan tugas tersebut itu tidak jadi soal. Ketidak adaan teman bisa saja terjadi karena memang orangnya tidak ada atau orangnya ada tetapi tidak ikut menyelesaikan tugas.
Ketika sombong tumbuh dalam diri ini maka produksi rasa malas, dongkol dan marah hanya membuang energiku saja. Konsentrasi hanya terfokus pada sumber pembuat onar, yang mana apabila kembali bahwa saya digaji untuk melakukan tugas maka semua tidak perlu terjadi. Tersenyum, manasehati sesuai proporsi, dan tetap fokus pada pekerjaan akan menyita waktu hingga tidak ada waktu untuk sombong, marah, dongkol maupun yang lainnya. Sebagai seorang karyawan mauun seorang pengusaha kita sudah selayaknya bertindak sesuai proporsi. Untuk apa melakukan kesombongan, sebuah bentuk tindakan yang berlebihan, apapun alasannya.
Tulisan ini dibuat bukan sebagai anjuran untuk percaya pada ramalan astrologi tetapi untuk belajar membaca bahwa ayat ayat Allah. Astrologi hanyalah sebuah ilmu, yang mengajarkan tentang metode, cara, atau manhaj. Menurut saya tidak ada yang salah, yang salah adalah yang melakukan kesalahan baik dia merasa atau tidak melakukan kesalahan.


