Sejarah
Semarang, 24 September 2006
Pergerakan Mahasiswa Indonesia
Sejarah merupakan rangkaian peristiwa yang telah terjadi dan dengan sengaja atau tidak tercatat secara tertulis, Sejarah telah mencatat bahwa mahasiswa yang notabene generasi muda atau orang tua yang mempunyai pemikiran yang muda merupakan calon-calon pengganti tonggak sejarah yang telah dicatat para pendahulu-pendahulunya.
Sejarah tidak akan pernah berubah, meskipun kadang kita mendapatkan cerita sejarah yang berbeda-beda. Perbedaan sejarah muncul bukan karena sejarah itu berbeda tetapi orang-orang yang mencoba melukiskan, menceritakan, mencatat atau apalah yang berhubungan dengan sejarah itu berbeda. Banyak sejarah mencatat bahwa pemuda yang termasuk didalamnya mahasiswa merupakan pelaku-pelaku sejarah. Mungkin saat dia mencoba menorehkan kalimat-kalimat sejarah, dia tidak dengan sengaja ingin membuat sejarah tetapi aktivitas dan tindakan maupun pemikirannya membuat sejarah baru (bukan baru tetapi lebih tepatnya sambungan rantai dari sejarah yang telah ada).
Pemikiran baru, gerakan baru dan yang sekarang dikatakan baru pasti suatu saat tidak baru lagi. Sejarah mencatat bahwa di negara ini telah terjadi siklus sejarah dengan pelaku yang sama yaitu mahasiswa dengan pola dan pemikiran yang berbeda tetapi pelakunya tetap sama yaitu mahasiswa. Mahasiswa sebagai komponen bangsa, kaum intelektual, kaum terpelajar, kaum marginal, kaum miskin, kaum kaya, kaum proletar, kaum rusak atau apa saja embel-embel yang disandangnya tetapi tetaplah mahasiswa yang selalu dibarisan terdepan dalam perubahan. Perubahan baik pemikiran, teknologi, budaya, gaya hidup, kebiasaan, atau apa saja banyak dilahirkan oleh mahasiswa.
Sebelum 1945 mahasiswa tercatat sebagai agen perubahan. Tahun 1945, tepatnya 17 Agustus 1945 yang namanya mahasiswa telah menjadi pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas nama bangsa Indonesia Sukarno dan Hatta memproklamirkan berdirinya negara baru yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahun 1965, Indonesia bergolak kembali, mencoba menghilangkan rasa kram setelah lama tak berbegerak dari tidurnya, maka lahirlah orde yang namanya orde baru yang dipelopori oleh mahasiswa, setelah tidur panjang selama 32 tahun Indonesia merasa gerah dan tidak nyaman lagi dengan keadaan yang ada. Tahun 1998, tepatnya 14 Mei 1998, Indonesia bergerak kembali dengan motor penggerak mahasiswa juga, dengan pergerakan mahasiswa itu maka lahir orde setelah orde baru yaitu orde reformasi. Dan entah kapan lagi Indonesia bergerak, saya yakin mahasiswa-lah yang akan mengambil barisan paling depan.
Pergerakan-pergerakan dengan berbagai formula, rumusan atau pola pemikiran telah terjadi berkali-kali di Indonesia. Dimana setiap terjadi pergerakan tersebut dapat dipastikan menelan korban baik materi maupun imateri. Tetapi sampai saat ini gerakan-gerakan yang dimotori mahasiswa tersebut tidak membekas pada mahasiswa sendiri, tidak banyak memberi kontribusi pada mahasiswa, bahkan hasil gerakan itu cenderung tidak bergerak menuju yang kita inginkan. KENAPA ini bisa terjadi? Pertanyaan-pertanyaan yang terus menghantui, pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab, atau mungkin tak pernah terjawab.
Mahasiswa merupakan motor penggerak perubahan, agen perubahan, mahasiswa tetaplah mahasiswa tidak berubahkan? Kenapa kita lupa, bahwa yang namanya motor yang sebagai penggerak bukan pengendali atau penunggang motor, jadi kalau mahasiswa merasa apapun itu karena mahasiswa belum mengambil peran sebagai penunggang atau minimal bersiap diri sebagai penunggang motor perubahan. Maka sudah selayaknya kita sama-sama mempersiapkan diri sebagai penunggang bukan sebagai motor, lalu siapa motor ya kalau kita semua sebagai penunggang sekaligus pengendali motor. Yang pasti motor itu adalah perubahan itu sendiri, pergerakan itu sendiri,
Kita semua adalah pemimpin, maka apabila belum siap jadi pemimpin maka persiapkan diri menjadi pemimpin. Karena kamu lahir di dunia di takdirkan sebagai pemimpin. Mahasiswa merupakan siswa yang paling maha atau besar maka sudah selayaknya lebih giat untuk belajar. Belajar apa? Belajar hidup, dan menggunakan hidupnya untuk belajar karena mahasiswa ditakdirkan sebagai kaum terpelajar.
Banyak organisasi pergerakan, perhimpunan atau apalah sebutannya, malah terjebak pada problema mereka sendiri. Bangsa kita mempunyai permasalahan di berbagai aspek kehidupan tetapi tetap satu yaitu masalah INDONESIA bukan masalah lain. Meskipun masalah INDONESIA muncul dari berbagai aspek tidak lantas kita memotong-motong bagian yang sakit sebagai usaha untuk menyembuhkan luka tersebut. Organisasi-organisasi mahasiswa yang ada sekarang mencoba ikut berberan untuk menyelesaikan masalah bangsa INDONESIA atas nama golongan-golongan yang kadang kala bertentangan dengan golongan lainnya sehingga tidak pelak memunculkan masalah-masalah baru.
Masalah Negara Kesatuan Republik Indonesia terjadi di berbagai lini dan aspek kehidupan. Berbagai gerakan telah dilakukan mahasiswa maupun komponen bangsa yang lain tetapi permasalahan tidak juga kunjung reda. BAGAIMANA ini bisa terjadi? Mungkin sudah saat saatnya kita bangsa INDONESIA mendudukkan permasalah pada kursinya, mencari penyebab timbulnya masalah untuk disumbat lubangnya, masalah INDONESIA bukan hanya masalahku atau masalahmu, tetapi masalah INDONESIA yang seharusnya diselesaikan oleh INDONESIA. Bukankah tidak akan berubah suatu bangsa apabila bangsa itu tidak merubahnya sendiri. Tetapi kenapa kita tampak berubah padahal kita tidak berubah, karena yang lain berubah.
Kenapa kita berteriak “berubah” tetapi kita tidak pernah berubah.
Kenapa kita berteriak “bergerak” tetapi kita tidak pernah bergerak.
Kenapa Kita mengaku kaum “terpelajar” tetapi kita tidak pernah belajar.
Kenapa Kita selalu bertanya “kenapa” tetapi tidak pernah menjawab kenapa.
Kita menghujat suatu orde tetapi kita tetap melestarikan orde itu.
Kita mengaku tetapi kenapa kita belum pernah diakui.
Berangkat dari berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini, bangsa INDONESIA maka kami mahasiswa INDONESIA yang merupakan komponen bangsa mempunyai inisiatif untuk mendirikan PERGERAKAN MAHASISWA INDONESIA.
INDONESIA


